Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Curhat

RIEUX

Ada satu fase di mana Rieux (dalam novel Sampar)merasa bahwa kota Oran seperti kota yang biasa saja. Tak menarik baginya, tak ada yang membuatnya betah. Namun, saat wabah Sampar mulai menjangkiti banyak orang. Bernard Rieux merasa bahwa dirinya yang merupakan seorang dokter, terpanggil untuk tetap di sini, padahal dia punya cukup waktu untuk pergi dari kota ini. Menjauh dan mencari kehidupan yang lebih aman dan nyaman. Namun, Rieux tidak melakukan tindakan itu. Dia ingin menetap dan barangkali mati di sini. Rasanya, beberapa orang dalam kehidupan nyata juga akan melakukan hal serupa. Mereka bekerja, meski sulit, menemukan tambatan hatinya, menikah, beranak pinang dan ingin mati bahkan di kota yang telah membuat dirinya hidup dan memiliki keturunan.  Pilihan kematian adalah semacam rahasia yang sengaja disembunyikan. Dan wabah Sampar dalam novel Albert Camus, menyuguhkan hal serupa. Ihwal bagaimana manusia mengukur hal paling berharga dari hidupnya yang singkat, mendramatisir perjal...

PULANG RANTAU DAN PERTANYAAN YANG SUDAH TIDAK RELEVAN LAGI DITANYAKAN DI ZAMAN SEKARANG -

Bila kamu pulang kampung lalu ada orang tanya ke kamu, "sudah nikah, blm?", "Kerja di mana?", "Punya rumah berapa?" "Anak sudah berapa?" Percayalah, bahwa orang yang bertanya semestinya tinggal dikisaran tahun 1980-an. Dan abadi di sana. Pertanyaan untuk orang merantau sekarang bukan itu, tapi "apa cerita perjalanan mu di rantau?", "Kuliner di sana gimana?", "Kalo dilihat-lihat potensi pekerjaan apa yang rasanya bagus dikembangkan di sana?", "Kehidupan sosial di sana menurutmu gimana?" Itu jauh lebih menyenangkan untuk didengarkan ketimbang cerita soal punya apa di daerah rantau dan pulang pura-pura jadi orang kaya dadakan, jadi senter clas, padahal hidup di rantau belum tentu bahagia, belum tentu juga mudah, ada tuntutan hidup dan gaya hidup yang seringkali terabaikan untuk kita cermati 😁😁 Kita semestinya sudah menanggalkan pertanyaan Materialisme, tentang punya apa, ke pengalaman sosial (social experien...

YANG PALING MUNGKIN TERJADI

Salah satu hal yang menyenangkan adalah mendengar kisah orang bekerja dan kisah jalan-jalan mereka 😊 beberapa pekerja menghadirkan hal tersebut 😊 mereka bisa membuat laporan diakhir kerja mereka sembari menikmati akhir pekan mereka di sebuah pantai entah di mana, lalu menerka-nerka kalau besok mereka harus balik ke daerah asal menaiki pesawat kecil berpenumpang 12 orang 😊 atau saat jadwal pulang menggunakan sebuah kapal PT PELNI dan di sana mereka menemukan orang asing, seseorang yang kemudian diajak bicara, diajak ngobrol dan tiba-tiba waktu seolah menemukan mereka dengan seseorang yang telah lama dicari-cari, teman ngobrol yang menyenangkan, di sebuah kapal dengan seseorang yang asing menuju tempat pulang. Apakah hal itu mungkin terjadi? Beruntungnya, saya termasuk orang yang mempercayai perjumpaan tiba-tiba, tak terduga dan tak disangka pada sebuah kejadian yang pula membuat kita begitu akrab satu dengan yang lain. Berbagai cerita petualangan masing-masing, ketempat-tempat asing...

BUKA PUASA TERBAIK

Setelah mendengar kisah seorang teman, yang menceritakan bagaimana dia kehilangan orangtua. Entah mengapa, beta memutuskan untuk tidak ikutan bukber di manapun selain di rumah sendiri bersama keluarga. Beta tahu, ada banyak orang di luar sana yang kepengen buka puasa bersama sanak keluarga mereka---ada gema tawa di meja makan, ada obrolan yang hangat tercipta dan masih ada kedua orangtua di sana. Beta tahu, semua itu mahal harganya, Atau barangkali sangat mahal---di saat banyak orang di luar sana mulai kehilangan personil mereka satu persatu di meja makan. Beta juga sadar bahwa makan di meja makan di keluarga kelas menengah adalah  moments langka, karena seringkali meja makan jarang difungsikan untuk makan bersama keluarga. Dan satu-satunya moments makan dan duduk bersama di meja makan adalah saat bulan spesial semacam puasa ini. Bagi Beta, ini puasa terbaik. Beta sama sekali gak kehilangan satupun makan bersama untuk buka puasa di meja makan di rumah. Dan kalo seandainya ini puasa...

ANGKA-ANGKA TAK PERNAH BOHONG

Bagi Beta sendiri, angka nggak pernah bohong untuk banyak hal di dunia ini. Sebuah angka bisa membuktikan seseorang itu korupsi atau gak. Angka di ijazah membuktikan bahwa seseorang pernah sekolah atau nggak. Dan angka di struk belanja membuktikan berapa jumlah barang yang dibeli pada tempat yang legal. Angka di celana, membuktikan ukuran yang dikenakan seseorang. Angka di makanan dalam plastik kemasan menunjukkan komposisi dan takarannya berapa banyak. Angka di dalam kulkas, menunjukkan ukuran suhu dalam kulkas tersebut. Semua hal di dunia ini punya angka. Sekarang pertanyaannya, berapa angka kamu pada pagi hari ini, angka tersebut akan menentukan siapa kamu yang sebenarnya. Tentukan, dan hargailah, angka itu! Jika Beta sebut satu sampai sepuluh, kamu ada di angka berapa? It's yourself! Tentukan. Dan tingkatkan angka itu, bila kamu merasa masih belum mencapai angka maksimal  Kamu yang menentukan, kamu yang meraih. Jangan biarkan orang lain yang menentukan nilai kamu, tapi kamulah ...

MIMPI YANG GAK DIOMONGKAN ITU SEPERTI CINTA YANG HANYA ADA DI DALAM HATI DAN GAK PERNAH DIUNGKAPKAN (DAN ITU NGEHEK SEKALI) -

Ada yang bilang kalo mimpi itu jangan diceritakan ke orang lain. Sedangkan bagi Beta, betapa bahagianya orang yang punya mimpi dan menceritakan kepada orang lain. Karena kalo sekali waktu dia melenceng dari mimpinya, setidaknya ada orang lain yang negur dia. Setidaknya ada orang lain yang mengingatkan dia kalo dulu mimpinya seperti ini dan ini. Sebaliknya, orang yang gak ngomong ihwal mimpinya seperti apa, biasanya orang yang beneran gak punya mimpi! Biasanya demikian dan itu sering banget kita temui di lingkaran hidup kita. Kalo mau jujur dan kita lihat lebih jauh, kita akan lihat hal tersebut. Sebagai contoh misalnya, taruhlah ada seorang pemuda namanya Ali, dia suka banget dengan klub liga Inggris, dia suka Manchester City. Bagaimana kita bisa tahu kalo Ali suka dengan Manchester City kalo dia gak pernah ngomongin, ngetwit, posting di status Facebook, WA. Logika kesukaan itu rasanya selaras dengan mimpi. Bagaimana mungkin mimpi kita bisa terwujud kalo kita gak tersugesti tiap hari u...

SYED HUSEIN ALATAS DAN MEMBAYANGKAN SEBUAH TEMPAT -

Beta katawa saat membaca bukunya Syed Husein Alatas 😊 bagaimana orang Spanyol menyebut orang Filipina itu pemalas, namun dalam waktu yang sama saat udara di Asia tenggara utamanya di Manila sedang panas, orang-orang Spanyol ini kerja cuma satu jam, mereka datang jam 10 pagi dan pulang jam 11 siang, mereka datang ke kantor cuma duduk-duduk dan ngobrol ngalur ngidul dengan teman sekantor, ngerokok dan terkekeh. Mereka meninggalkan kerja dalam beberapa hari di musim tersebut dan menuju tempat-tempat berair, di warung, mondar-mandir. Membaca hal tersebut bikin Beta ketawa, Beta membayangkan sebuah kota kecil di suatu tempat, pegawai negeri datang saat jam 9 pagi, masuk kantor, meniru tas di atas meja kerja, pesan kopi, ngobrol dengan rekan kerja, salah satu obrolan mereka tentang makan siang di mana. Lalu tanpa mengerjakan apapun, mereka pindah tempat dan ngobrol ngalur ngidul, soal hutang, uang dan barangkali soal hubungan gelap si anu dan si anu. Tak lama jam 11, mereka keluar cari maka...

LELAKI EMBAL

Boleh saja, kemeja, celana jens hitam, sepatu nike, serta topi yang ia kenakan adalah bagian lain dari pulau yang mengirim barang-barang mewah itu ke tanahnya. Tempe, tahu dan beraneka buah-buahan adalah rahmat yang tumbuh subur bukan dari tanahnya. Tapi, Embal? Tampaknya tumbuh dari tanah nenek moyangnya. Embal menjadi semacam, warisan yang tak boleh ia lupakan. Malik (21 Thn) lelaki Asal Kei ini adalah satu dari sekian banyak anak muda yang merantau ke Ambon untuk mencecap pendidikan di ibukota provinsi. Baginya, Embal adalah makanan yang merekatkan dirinya dengan kenangan asal keberadaannya. Wangi tanah di Maluku tenggara tertuang dari Embal yang ia santap tiap pagi bersama secangkir kopi kapal api. Apakah ada hal lain yang bisa membuat degup haru dan kangen selain Embal? selain makanan asal dari mana seorang rantau mesti merindu tanah dan wangi ia berasal? Embal membawa kenangan, rindu dan juga asal usul. Malik tumbuh dengan Budaya tanah Kei. Tanah yang mengiring gerimis rindu akan...

MENGAPA SEKOLAH ONLINE ITU MENGASIKKAN -

Katanya sekolah online itu gak enak! Wah, siapa bilang?. Saat kamu lagi main di pantai pada waktu yang sama kamu bisa sekalian ikutan kelas sekolah online. Saat kamu lagi naik pohon kedondong, kamu masih bisa ikut kelas online di atas ranting pohon kedondong. Saat kamu lagi naik gunung dan ada di puncak gunung, kamu masih bisa sekolah online. Saat kamu lagi jalan-jalan ke pulau lain, pada saat yang sama kamu bisa sekolah online. Sayangnya, gak semua orang menikmati sekolah online 🤣🤣 sekolah online sebenarnya sesuatu yang menyenangkan sebenarnya, bila sudah ada pada level belajar mandiri 🙈🙈 kamu masih bisa bermain sekaligus masih bisa ikutan sekolah. Kamu masih bisa ngepantai, disaat yang sama masih bisa sekolah, sebenarnya. Life is beautiful with Online School 🤣🤣🤣 Sekolah online, rasanya memang sangat nikmat bagi mereka yang di dalam dirinya ada jiwa petualang dan tahu mau kemana arah melangkah, di dalam hal ini kamu sudah ada di level mandiri, Sekolah online cuma cara untuk mel...

GUNS N' ROSES DAN SEPOTONG SENYUM YANG TERTINGGAL DI BAU-BAU, SULAWESI TENGGARA -

Selepas Isya, beta tekan tombol play di hp, dengar lagu-lagu lawas. Lalu tiba-tiba beta terdiam, saat lagu berpindah ke Sweet Child O' Mine-nya Guns N Roses, suara Axl mengingatkan beta tentang Mas Eko. Jauh sebelum Mas Eko sakit. Ingatan membawa beta ke jalan Laode Boa, Bau-bau, Sulawesi Tenggara, di rumah lantai dua bercat warna biru itu. "... Reminds me of childhood memories. Where everything. Was as fresh as the bright blue sky... " Di beranda lantai dua itu, di temani segelas teh dan sebatang rokok, Mas Eko memandang ke jalan. Entah apa yang sedang ia pikirkan. Entah apa yang sedang ia perdebatkan seorang diri. Beta yang masih kelas 5 SD duduk di samping Mas Eko, sesekali mengajak Mas Eko bicara dan Mas Eko menanggapi beta pertanyaan-pertanyaan, sembari ia melempar senyum. Lalu beta sibuk kembali dengan mobil tamiya yang baru beta beli di Kendari dan bawah ke Bau-bau sebagai teman. Waktu berlalu dan beta melihat kenyataan yang berbeda, sekarang. "... And ...

IMAGINE

Bayangkan kamu hidup di tahun 1930-an. Dan kamu sedang diasingkan di sebuah pulau yang penduduknya sangat padat. Kala itu, kamu sendiri yang bisa membaca, menulis dan berhitung. Kala itu, kamu sendiri yang bisa mengetik. Kala itu, kamu sendiri yang bisa berbahasa Inggris, Belanda dan sedikit bahasa Jerman. Pertanyaannya, apa yang kamu lakukan? Lalu, bayangkan kamu hidup di tahun 2045. Dan kamu adalah seorang sarjana lulusan S2 dari sebuah perguruan tinggi luar negeri yang kembali ke negara mu. Apa yang kamu lakukan? -------------- Dua kasus di atas adalah penggambaran kita hari ini, tak lebih dan tak kurang. Pada dimensi apapun kamu, hidup di manapun kamu. Terlahir dari rahim siapa pun kamu. Langit tetap berwarga biru, meski kadang pula kelabu - Let's got something into your pocket 🙈🙈

September Papua -

Setidaknya Minggu ini, Beta lagi doyan baca buku tentang Papua. Yang pertama, bukunya Jan Boelaars, seorang Antropolog yang kemudian jadi Misionaris di Manado (tahun 1970-an), yang pada tahun 1950 Jan datang ke Papua dan meneliti tentang suku-suku pedalaman di sana mulai dari suku peramu seperti suku Amarind-anim, suku Yah'ray, suku Asmat, hingga suku-suku petani semacam suku mandobo, suku Ekagi, suku Dani dan suku Ayafat. Hingga pada pengalaman keagamaan mereka. Selain Jan Boelaars, Beta juga lagi baca bukunya Jared Diamond, "Bedil, kuman dan baja", menurut Beta, buku Jared Diamond ini menarik, dia mencoba mengulas bagaimana kehidupan orang-orang di pedalaman semacam di Papua Nugini. Banyak informasi menarik yang diceritakan Jared Diamond di buku ini. Lalu, bacaan Beta yang baru di mulai juga ada buku "Jejak Islam dalam Manuskrip di Bali" yang mengulas bagaimana penyebaran dan jejak keislaman di Bali yang terpancar dari manuskrip Islam di Karangasem, Denpasar, ...

DARI PENGELANA YANG MATI KERACUNAN HINGGA SEORANG LELAKI MUDA YANG MATI BUNUH DIRI

Kalau kamu pernah nonton film Montage of Heck, atau film layar lebar Into the wild. Kamu akan menemukan bahwa, sosok anak adalah korban dari orangtua dalam bersikap. Orangtua arogan hanya menghasilkan anak yang mempertanyakan sikap orangtuanya. Kurt cobain atau Chris melakukan hal itu dengan cara yang berbeda. Mereka memberontak. Mereka melawan. Namun tidak dengan cara balas memukul, balas meludahi, balas memaki.  Rasa sakit hati dan pertanyaan-pertanyaan dalam kepala mereka terhadap orangtua mereka kemudian membuat mereka terjebak di usia yang matang. Ada sosok anak kecil yang terperangkap dalam diri dewasa mereka. Sosok ketakutan. Sosok kekhawatiran. Sosok peragu sekaligus pemberontak di Usia yang semestinya siap untuk pertarungan dengan hidup. Mereka terjebak dalam pertanyaan-pertanyaan yang belum bisa mereka pecahkan. Dan dipaksa untuk maju kedepan. Sedangkan waktu terus bergulir, dan umur akan bertambah. Berkelana dan mencari pelarian ketempat lain menjadi alasan untuk semua i...

AFGANISTAN DALAM INGATAN BETA -

Seseorang bertanya, apa pendapat beta tentang kondisi Afganistan hari ini? Beta langsung ajukan satu novel yang dulu 2015, Nai mengirimkannya dari Kalimantan Selatan ke Ambon, The Kite Runner. Novel itu seolah menggambarkan alasan mengapa banyak warga sipil Afghanistan hari ini berbondong-bondong lari ke Bandara dan hendak melewati perbatasan ke negara lain. Kekerasan yang pernah terjadi pada keluarga Ali dalam novel tersebut, menunjukkan bagaimana ketakutan merasuk dalam ingatan masyarakat rentan tahun 70-an hingga 2005. Novel tersebut ditulis oleh seorang lelaki Afganistan yang keluarganya melarikan diri dan mencari suaka ke negara lain di Amerika. Dan The Kite Runner adalah salah satu novel yang mencoba mengingat luka tersebut. Selain The Kite Runner, ingatan Beta juga membawa Beta ke sebuah novel pop anak muda, yang mengisahkan keluarga migran dari Afganistan ke Australia, novel tersebut Beta beli dengan harga diskon fantastis 10Ribu, selain Beta, Rudini juga memboyong novel ini se...

REMAHAN PEPES DAN AMPAS TERIGU

Satu persatu Rahmat Allah dari diri kita  akan dicabut pelan-pelan. Ada yang Rahmat yang dicabut berupa penglihatan yang mulai buram. Rambut yang mulai memutih. Rambut mulai rontok. Jantung mulai melemah. Urat dari tangan atau kaki yang menghubungkan jalur darah mulai tersumbat. Rahmat ingatan yang mulai berkurang. Penciuman. Gigi yang mulai tanggal. Tangan yang gemetar, langkah yang mulai tertatih. Pendengaran yang mulai berkurang. Segala Rahmat yang diberikan hari ini satu persatu akan dicabut kelak. Entah yang mana dulu yang akan dicabut. Lalu, pertanyaan selalu sama: Lalu amal apa yang sudah kita persiapkan? Sebelum satu persatu Rahmat itu dicabut dan kita benar-benar meninggal? Detak jantung yang berhenti. Otak yang tak lagi berfungsi. Dan tubuh pucat pasih. Allah juga akan mempertanyakan soal mata yang kita gunakan? Kaki yang kita ayunkan untuk melangkah ke mana? Jantung normal yang kita miliki bagaimana kita berlaku baik padanya? Pendengaran kita, dengar apa saja? Lisan kita...

Modal hidup kita sama, 24 jam sehari -

Entah kamu kaya, entah miskin. Modal hidup kita dalam sehari diberi sama oleh Allah, 24 jam. Gak lebih, gak kurang, semua sama. Entah yang lagi sakit, entah yang lagi sehat, tetap 24 jam. Pertanyaannya kemudian, dengan modal 24 jam itu kita bisa berlaku apa dengannya? Kita semua terikat dengan waktu 24 jam; dari detik, menit hingga berjam-jam, kita gunakan. Dalam dunia hewan semacam tikus, hidup bukan hanya soal terus bekerja! Tikus, dibatasi dengan umur yang hanya satu tahun. Setelah satu tahun hidup, tikus mengalami kematian. Selain tikus, semut rangrang lebih singkat lagi. Waktu yang diberikan kepada semut rangrang hanya tiga minggu, artinya tidak sampai sebulan hidup. Saat tiga minggu selesai, hidup semut rangrang pun ikut selesai. Selesai. Lalu ada juga makhluk Allah yang lain, Serangga air semacam pejantan Mayflies jauh lebih singkat lagi, mereka hanya hidup 25 jam. Hanya sehari. Sekali lagi hanya sehari. Lalu, pejantan Mayflies kemudian mati. Bayangkan hal berikutnya adalah kita...

YANG MENYENANGKAN DARI PANDEMI

Pandemi datang dengan wajah muram. Sebagian orang menganggap bahwa pandemi jadi semacam batu besar yang menghalangi langkah mereka kedepan. Namun, sebagian yang lain beranggapan bahwa, pandemi itu semacam batu loncatan kita ke level yang jauh lebih cepat untuk sampai ke target yang kita mau. Ada yang beranggapan pandemi buruk dan ada yang beranggapan pandemi itu baik. Nah, saya sendiri melihat pandemi itu adalah hal yang baik. Setidaknya, ada cela baik yang di dapat dari kondisi pandemi yang buruk. Utamanya menyangkut tentang dunia kerja. Pandemi membuka peluang yang dulunya tertutup dan tak terlihat, akhirnya begitu jernih dan terang terlihat. Pandemi, bukan hanya batu, tapi juga katapel yang melejitkan. Peluang-peluang bisnis dan usaha bisa digeluti, bisa menghasilkan sesuatu. Dunia kerja, lebih banyak menyedot perhatian secara daring, bukan hanya terpaku dengan dunia nyata. Orang bisa punya pendapatan dari side job mereka di internet. Saya, pun mengalaminya. Setidaknya, setahun bela...