Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Selingan sejarah

SEJARAWAN KELAS GOSIP -

Selain Valentijn, van der Crab dan Leonard J Andaya, tulisan-tulisan ke-Maluku-an yang menarik barangkali adalah manuskrip Paramita S Abdurachman, A.B Lapian dan R.Z Leirissa. Setelah itu, generasi berikutnya tidak banyak membuat arus sejarah lebih menarik selain pengulangan demi pengulangan yang sama. Akademisi di kampus yang dianggap "sejarahwan" pun tak berbuat banyak, tak membuat karya yang menarik. Mereka lebih suka mengkritisi karya orang lain, membicarakannya serupa gosip, ketimbang fokus menulis sesuatu yang lebih serius yang seharusnya citra "sejarawan" menyadarkan mereka untuk membuat karya bukan gosip, ngerumpi! Sayangnya, jalan yang mereka tempuh bukan berkarya. Barangkali, sudah saatnya dunia bergosip di akademik tak lagi hadir sebagai respon "ngehek" atas karya orang lain. Tapi lebih fokus mengurusi "pagar" karya kita sendiri. Bila diibaratkan rumah, masing-masing dari kita punya kesempatan untuk membangun rumah impian dan tak mest...

KITA TAK PERNAH MELANGKAH SEJAK DALAM PIKIRAN SEPERTI HALNYA MUHAMMAD AL FATIH ATAUPUN WARREN BUFFETT -

Kita mungkin mengenal Muhammad Al Fatih dan Salahuddin Al Ayyubi sebagai tokoh besar Islam. Namun, berapa banyak dari kita yang mengetahui bahwa kedua tokoh ini, adalah penyuka buku-buku baik berbau sejarah, geografi dan sosial? Mereka tidak lahir begitu saja, Puan. Tidak. Mereka menghabiskan banyak waktu mereka dengan membaca. Sangat banyak. Sebelum melakukan sesuatu. Selain dua tokoh tersebut, kamu juga bisa melihat 10 orang kaya di Amerika dengan jenis buku apa yang mereka sukai. Mulai dari Mark Zuckerberg hingga Warren Buffett, mereka para penyuka buku. Buku yang mereka baca kemudian jadi inspirasi di hidup mereka. Jadi pijakan mereka. Jadi petunjuk jalan hidup mereka dan mengubah hidup mereka. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa baca di artikel ini ( APA BACAAN ORANG KAYA DI AMERIKA SIH? ) Di Indonesia, bila kamu perhatikan orang-orang semacam Deddy Corbuzier, Raditya Dika atau Marrisa Anita, kamu akan tahu bahwa kesamaan mereka adalah sama-sama penyuka buku. Bila Dari zaman jekpot sa...

MENGAPA MERANTAU MASIH DILAKUKAN, PADAHAL BISA MENGHASILKAN UANG DARI KAMAR TIDUR?

MERANTAU, boleh dibilang adalah obsesi nasional yang menggerakkan jutaan anak muda keluar dari kampung, desa dan nagari (Istilah ini bisa kita temui di daerah Sumatera, untuk merujuk tempat asal) mereka ketempat yang dianggap lebih menguntungkan dalam sisi finansial. Isu "mengubah nasib" adalah isu yang sudah digandrungi oleh banyak orang dan disuarakan terus menerus dari satu generasi ke generasi yang. Isu ini, serupa magnet yang mengundang banyak anak muda mengubah mindset mereka tentang daerah di ujung senja yang menjanjikan kekayaan, kedamaian dan kesuksesan. Imaji tentang hal itulah, yang menggerakkan anak muda keluar dari rumah mereka. Meninggal rumah, kebun dan binatang ternak mereka---dan menggantikannya dengan imaji punya banyak uang, punya kendaraan terbaru, rumah yang besar dan indah terlihat. Menurut data Survei Komuter Jadebotabek di 2019, pada 2019 penduduk luar Jakarta yang datang ke Jakarta mencapai 1,2 juta orang per hari. Data ini, seolah menunjukkan bahwa J...

ORANG KAYA DI SEBELAH RUMAH

Apakah kamu pernah membaca buku The millionaire next door? dalam buku itu, Thomas dan William menyuguhkan banyak hal menarik untuk direnungkan. Penelitian mereka tentang orang kaya di Amerika nyatanya hidup dengan gaya hidup serba sederhana. Para miliuner tersebut, jarang bahkan gak pernah makan makanan enak banget dan mahal seperti kebanyakan orang. Mereka juga jarang banget berbaur dengan masyarakat umum yang gaya bicaranya suka-suka gue (gak mikir perasaan orang), mereka habiskan banyak waktu buat olahraga saat pagi, rumah mereka juga gak terlihat mewah-mewah amat. Tak jarang tetangganya sama sekali gak menyangka bila dengan pola makan, olahraga dan rumah yang sederhana tersebut adalah orang kaya. Saat keluar rumah, mereka pun mengenakan pakaian yang serba sederhana, baju oblong polos, celana jeans sobek dan sepatu atau sendal. Mereka tak tampak sama sekali sebagai orang kaya. Namun, orang-orang yang menampakkan kekayaan mereka di Amerika, boleh jadi adalah orang sebaliknya. Mereka ...

LEIDENISME

LEIDENISME. Di Universitas Leiden, ada jurusan Indologi, di sana dua sosok paling berpengaruh untuk mempelajari bagaimana watak, karakter hingga apa-apa saja tentang Indonesia dan Asia Tenggara dibicarakan seperti halnya gosip di kampung-kampung yang menyebar liar 😂 Nah, dua tokoh yang berpengaruh untuk Indologi adalah Snouck Hurgronje si orientasi Aceh, dan Van Vollenhoven si Ahli hukum adat Jawa. Satu yang terlahir dari dua sosok ini adalah Van Luer. Van Vollenhoven memperkenalkan pemikiran Max Weber, si lelaki pesakitan dari Jerman itu kepada Van Luer. Dari sanalah, Van Luer kemudian mempelajari dengan sangat teliti pemikiran Weber. Cara Van Leur melihat Asia Tenggara, banyak terpengaruh oleh pikiran Waber dan aliran Leiden (Snouck Hurgronje dan Van Vollenhoven). Sebenarnya di negeri kipas angin ini (Plesetan dari  Kincir angin) terdapat dua Mazhab untuk melihat rupa Indonesia dari kacamata kuda ala Negeri kipas angin. Selain Mazhab Leiden ada juga Mazhab Amsterdam (soal Mazhab...

Selain Jadi Guru Sejarah, Kamu Bisa Menggeluti 4 Profesi Ini Duhai Alumni Pendidikan Ilmu Sejarah

  Selain Jadi Guru Sejarah, kamu bisa menggeluti 4 Profesi ini duhai Alumni Pendidikan Ilmu Sejarah - 1. Manjadi Pembuat Film Dokumenter Sejarah . Profesi ini terbilang sangat menarik. Setidaknya dia tidak menyita banyak waktu kamu. Kamu bisa menggunakan riset-riset kecil di kelas kamu tentang tokoh sejarah dan semacamnya yang berhubungan dengan sejarah. Riset itu bisa kamu buat dalam bentuk film dokumenter yang siap untuk kamu ikutkan ke festival film dokumenter dan bisa kamu putar di kelas kamu mengajar. Siapa tahu dengan riset kecil-kecilanmu dari film dokumenter sejarah garapanmu bisa menumbuhkan rasa penasaran keinginan mereka untuk membuat film dokumenter. Dan siapa tahu juga dengan mengikut sertakan film garapanmu ke festival film dokumenter kamu bisa punya uang lebih, dengan catatan kamu menang 😊 (Untuk hal ini kamu bisa lihat review film dokumenter Tan Malaka di Pigurafilm ) 2. Jadi Pemandu wisata dadakan. Bila kamu punya bakat mengetahui utamanya sejarah lokal. Kamu puny...

BUAT YANG KEPENGEN BELAJAR SEJARAH, INGAT: EMPAT DISIPLIN ILMU INI AKAN MEMBANTU ILMU SEJARAH. GUNAKAN DAN JANGAN SIA-SIAKAN -

Pada dasarnya manusia membutuhkan manusia lain yang akan membantunya dalam menjalankan roda kehidupan. Saling bantu membantu ini juga dialami oleh semua makhluk hidup yang ada di bumi, hal ini dalam ilmu biologi kita sebut dengan istilah simbiosis mutualisme. Hal hampir senada pun berlaku pada ilmu pengetahuan. Ilmu pengetahuan saling bantu membantu untuk menselaraskan hasil temuan mereka yang kemudian tiba satu kesimpulan yang “hampir” mendekati kebenaran bersama. Nah, berkaca dari fragmen bahwa manusia saling membutuhkan dan bahkan makhluk hidup lain juga sama, begitupun dengan ilmu pengetahuan. Maka pada tahapan ini, seharusnya ilmu pengetahuan semacam sejarah pun mengalami hal senada. Setidaknya terdapat 4 ilmu pengetahuan yang sangat dibutuhkan ilmu sejarah untuk melengkapi dirinya sendiri: 1. Ilmu Hukum. Ilmu sejarah membutuhkan ilmu hukum untuk membaca zaman. Utamanya yang menyangkut ihwal masa Kolonial. Aturan-aturan yang berlaku pada masa itu membuka keran orang ...

5 Jenis Pekerjaan Untuk Lulusan Pendidikan Sejarah

Terkadang timbul pertanyaan: Kalau selesai kuliah, anak lulusan pendidikan sejarah bisa kerja di mana? Kalau sudah di tanya semacam ini, untuk jawabnya rada-rada sulit bagi yang baru lulus. Ya namanya juga baru lulus. Dan pertanyaan semacam ini, sebenarnya adalah pertanyaan yang membuka pikiran kita lho, iya juga yah, ruang lingkup untuk lulusan pendidikan sejarah apa aja yah? Kan gak lucu kalau setelah lulus kekhawatiran kita sebab gak dapat kerja begitu menakutkan (Wkwkwkw, siapa suruh kuliah 😜). Mmm... Ibarat kata nih ya, kita kuliah itukan harus sesuai dengan segmentasi pekerjaan yang nanti kita geluti. Iya kan? Kita gak sedang kuliah tapi gak tahu kalau selepas lulus kuliah nanti kira-kira kita kerjanya di mana, pekerjaan kita seperti apa, dan pertanyaan sebagainya-sebagainya.  Nah, karena ruang kerja dari disiplin ilmu sejarah dan pendidikan sejarah itu luas banget. Dan tanpa kita sadari, banyak banget peluang kerja yang membutuhkan ahli ilmu sejarah (murni) dan pend...