Langsung ke konten utama

September Papua -

Setidaknya Minggu ini, Beta lagi doyan baca buku tentang Papua. Yang pertama, bukunya Jan Boelaars, seorang Antropolog yang kemudian jadi Misionaris di Manado (tahun 1970-an), yang pada tahun 1950 Jan datang ke Papua dan meneliti tentang suku-suku pedalaman di sana mulai dari suku peramu seperti suku Amarind-anim, suku Yah'ray, suku Asmat, hingga suku-suku petani semacam suku mandobo, suku Ekagi, suku Dani dan suku Ayafat. Hingga pada pengalaman keagamaan mereka. Selain Jan Boelaars, Beta juga lagi baca bukunya Jared Diamond, "Bedil, kuman dan baja", menurut Beta, buku Jared Diamond ini menarik, dia mencoba mengulas bagaimana kehidupan orang-orang di pedalaman semacam di Papua Nugini. Banyak informasi menarik yang diceritakan Jared Diamond di buku ini.

Lalu, bacaan Beta yang baru di mulai juga ada buku "Jejak Islam dalam Manuskrip di Bali" yang mengulas bagaimana penyebaran dan jejak keislaman di Bali yang terpancar dari manuskrip Islam di Karangasem, Denpasar, Buleleng, Jembrana hingga di Tabanan.

Ada juga buku lain yang menanti Beta, semacam bukunya Schoorl. Bukunya Schoorl kali ini yang akan Beta baca judulnya "Culture and change among The Muyu", yang meneliti orang Papua yang berbatasan dengan daerah Papua Nugini. Schoorl juga melihat bagaimana mitos dan cerita tentang arwah dan hantu di masyarakat Papua.

Artinya bahwa September ini, semacam September Papua. Menelisik bagaimana orang Papua hidup dan berkembang dengan cukup bahagia dari sumber alam yang berlimpah, cerita mitos, relasi keagamaan hingga pola hidup suku-suku pedalaman di Papua.

-----------------

Penulis merupakan seorang penjual buku di Kafeinbuku. Tulisannya juga bisa kamu baca di Pigurafilm, Kompasiana dan Medium.

-----------------




Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEREMPUAN BUGIS DAN SEPIRING NASI KUNING-

Di kepala saya, saat menyebutkan nasi kuning, entah mengapa yang tergambar dibenak saya adalah seorang perempuan bugis dengan tangan halus menanak nasi. Entah mengapa pula, wajah seorang perempuan Bugis begitu melekat dibenak saya bila menyebut nasi kuning. Tampaknya, imaji perempuan yang halus wajahnya, yang putih kulitnya, yang merah merekah bibirnya dan hitam rambutnya-diikat ke belakang telah melekat dibenak saya. Semenjak kecil, hanya nasi kuning perempuan Bugislah yang seolah melekat seperti halnya prangko yang menempel di selembar surat. Saat membuat nasi kuning, mereka seolah memiliki resep rahasia. Di balik lembut tangan halus perempuan Bugis, terdapat rahasia masakan. Bila orang Padang membanggakan Barandang Bundonyo, dan menjadi tumpuhan kerinduaan dan kenangan bila di rantau. Maka, yang di kenang dari perempuan Bugis adalah sepiring nasi kuning. Tak begitu jelas, apakah yang memperkenalkan nasi yang berwarna kuning ke Maluku merupakan perempuan-perempuan Bugis, ataukah buka...

PULANG RANTAU DAN PERTANYAAN YANG SUDAH TIDAK RELEVAN LAGI DITANYAKAN DI ZAMAN SEKARANG -

Bila kamu pulang kampung lalu ada orang tanya ke kamu, "sudah nikah, blm?", "Kerja di mana?", "Punya rumah berapa?" "Anak sudah berapa?" Percayalah, bahwa orang yang bertanya semestinya tinggal dikisaran tahun 1980-an. Dan abadi di sana. Pertanyaan untuk orang merantau sekarang bukan itu, tapi "apa cerita perjalanan mu di rantau?", "Kuliner di sana gimana?", "Kalo dilihat-lihat potensi pekerjaan apa yang rasanya bagus dikembangkan di sana?", "Kehidupan sosial di sana menurutmu gimana?" Itu jauh lebih menyenangkan untuk didengarkan ketimbang cerita soal punya apa di daerah rantau dan pulang pura-pura jadi orang kaya dadakan, jadi senter clas, padahal hidup di rantau belum tentu bahagia, belum tentu juga mudah, ada tuntutan hidup dan gaya hidup yang seringkali terabaikan untuk kita cermati 😁😁 Kita semestinya sudah menanggalkan pertanyaan Materialisme, tentang punya apa, ke pengalaman sosial (social experien...

MINDSET KERJA, UANG DAN POSISI KITA

Kamu bekerja pagi sampai sore dan di akhir bulan kamu akan mendapat slip gaji, itu namanya earned income. Kamu bekerja sampingan bahkan saat kamu lagi jalan-jalan dengan bermodalkan handphone, lewat jualan online dan dapat uang dari aktivitas tersebut, itu namanya profit income. Kamu jalan-jalan lalu punya sedikit waktu untuk nulis dan kirim ke media online, ngeyoutube, main di Instagram, tiktok, dan dapat upah dari karya kreatif itu namanya Royalty income. Jadi, seringkali orang suka mengira kalo yang namanya kerja itu cuma dapat gaji bulanan (Earned income) padahal seringkali ada yang pendapatnya dari profit income atau bahkan royalty income 😊😊 Guys, jadi berhentilah hanya berpikir kalo yang namanya kerja itu cuma earned income. Ada banyak kerja bahkan yang belum dibahas, semisal upah jadi profesi spesifik kita misal jadi pembicara, bintang tamu, peneliti dadakan, punya kos-kosan, Franchise dan semacamnya. Ruang lingkup untuk dapatkan uang itu banyak banget. Cuma di mindset masyara...