Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Sejarah ekonomi

BELAJAR MARKETING DARI PENJUAL SATE

Salah satu marketing penjualan sate adalah menulis semua daftar daging yang bisa dibikin sate, mulai dari sapi, ayam hingga kambing. Namun yang ganjil kemudian terjadi saat kamu memesan sate kambing, alasan penjual sate; Dagingnya habis, atau gak ada. Pertanyaan kita balik, kalo begitu kenapa ada tulisan sate kambing, Mas Ate? Selain sate kambing yang akan jarang kita temui namun namanya terpampang. Sate sapi juga jarang Mas Ate jual. Satu-satunya yang dijual dan dibikin sate oleh Mas Ate adalah sate ayam. Alasan yang biasa digunakan Mas Ate cukup klasik, gak ada atau habis (meski sebenarnya mereka gak pernah menjualnya). Apa yang dilakukan tukang sate naik haji, eh maaf-maaf, maksudnya tukang sate belum sempat naik haji, adalah salah satu model marketing klasik. Tukang sate Mas Ate, seolah menghadirkan konsep serba ada, pengunjung akan memiliki kesan bahwa tempat Mas Ate menghadirkan segala jenis sate yang serba ada. Meski sebenarnya yang dijualnya cuma satu jenis sate, sate ayam. Ini...

RUSH MONEY : SEKELUMIT SEJARAH KELAM KEUANGAN DI INDONESIA 1999

Cara membangkrutkan bank adalah dengan sistem Rush Money. Di mana para nasabah dengan secara serentak menarik uang mereka di bank sebab ketidak percayaan mereka pada kejadian krisis ekonomi. Hal ini pernah terjadi. Kepanikan terjadi pada bank-bank di Indonesia rentan tahun antara 97-99. Nasabah menarik uang mereka atas ketidak pastian ekonomi pada tahun tersebut. Tindakan nasabah secara sporadis itu disebut rush Money. Alhasil, pemerintah Indonesia harus mengendalikan hal tersebut dengan melakukan pengambilan alihan bank dan mencairkan aset-aset bank untuk menolong perbankan. Selian itu, pada waktu yang sama, beberapa bank menaikkan suku bunga acuan dengan sangat tinggi pada deposito bank guna menarik minat nasabah untuk memasukkan uang ke instrumen investasi tersebut. Berkaca dari sejarah ekonomi di Indonesia, ternyata setiap sistem punya cela dan ketakutannya tersendiri. Krisis 97-99 adalah hal menarik untuk dikaji utamanya menjadi acuan di masa depan, bagaimana masyarakat bukan hany...

APA JADINYA BILA "GENERASI UZUR" DAN "GENERASI MALAS" MENDAPATKAN UANG KAGET

Perbedaan generasi Milenial dan generasi U (uzur) adalah cara pandang mereka tentang pengalaman. Generasi U, beranggapan bahwa pengalaman mereka mencari uang adalah pengalaman yang penuh kesulitan dan berdarah-darah. Sedangkan untuk generasi milenial, tak ada yang lebih menarik dari pengalaman jalan-jalan ke tempat-tempat yang lagi ngehits dan yang mereka suka di belahan bumi ini. Cara pandang mereka terhadap uang pun sangat jauh berbeda. Generasi U (Uzur), berasumsi bahwa uang yang banyak lebih baik ditabung untuk masa depan. Sedangkan untuk generasi milenial yang keseringan dianggap malas itu, sekali mendapatkan uang yang banyak (rezeki nomplok) mending dibelanjakan beli benda-benda kesukaan, semacam gawai yang baru dan pergi pelesiran ke luar negeri, lah wong mumpung dapat rezeki banyak--sekalian saja ke luar negeri, kapan lagi bisa ke keluar negeri, belum tentu nanti sudah tua bisa, mending sekarang ngegasnya. Pengalaman dua generasi ini membuat banyak perbedaan mereka tentang uang...

MENGAPA MERANTAU MASIH DILAKUKAN, PADAHAL BISA MENGHASILKAN UANG DARI KAMAR TIDUR?

MERANTAU, boleh dibilang adalah obsesi nasional yang menggerakkan jutaan anak muda keluar dari kampung, desa dan nagari (Istilah ini bisa kita temui di daerah Sumatera, untuk merujuk tempat asal) mereka ketempat yang dianggap lebih menguntungkan dalam sisi finansial. Isu "mengubah nasib" adalah isu yang sudah digandrungi oleh banyak orang dan disuarakan terus menerus dari satu generasi ke generasi yang. Isu ini, serupa magnet yang mengundang banyak anak muda mengubah mindset mereka tentang daerah di ujung senja yang menjanjikan kekayaan, kedamaian dan kesuksesan. Imaji tentang hal itulah, yang menggerakkan anak muda keluar dari rumah mereka. Meninggal rumah, kebun dan binatang ternak mereka---dan menggantikannya dengan imaji punya banyak uang, punya kendaraan terbaru, rumah yang besar dan indah terlihat. Menurut data Survei Komuter Jadebotabek di 2019, pada 2019 penduduk luar Jakarta yang datang ke Jakarta mencapai 1,2 juta orang per hari. Data ini, seolah menunjukkan bahwa J...

Lucifer, Uang, Bank dan Hutang

Buku karya Lucifer, "Di ambang Kehancuran terbesar ekonomi: Masa lalu Uang dan Masa depan Dunia" terbitan Pustaka Pohon Bodhi, 2007. Menjelaskan bahwa dongeng 5% bunga yang telah digadang-gadang pada tahun 1024 di Inggris dengan digantikannya uang emas oleh uang kertas dan koin pada akhirnya mengubah banyak hal utamanya prespektif manusia akan alat tukar tersebut dan masa depan yang diyakini akan sedikit berbeda. Lucifer, memberitahu bahwa, saat uang kertas dan koin sudah begitu berharga. Manusia sudah begitu terbuai dan bergantung pada uang kertas dan koin, pada akhirnya, uang tersebut akan digantikan dengan bentuk uang digital. Di mana manusia, tidak lagi menggunakan uang kertas dan koin sebagai bentuk transaksi. Bagi Beta, buku yang diterjemahkan oleh Alwie pada 2007 ini cukup menarik. Setidaknya, Lucifer sedang memberitahukan sebuah informasi penting tentang masa depan akan seperti apa. Singkat kata, uang kertas dan koin akan diubah sistemnya, di mana semua itu telah dire...

DI KASIH 1 MILIYAR CUMA-CUMA

Yang membedakan Abdurrahman bin Auf, Bill Gates, Mark Zuckerberg, Warren Buffett dengan kita, adalah pengetahuan tentang bagaimana uang bekerja. Misalkan kita diberi uang 1 Miliyar, pertanyaan kepada kita: Uang tersebut habis di bulan ke berapa?. Sedangkan, orang-orang di atas, kita kasih nol uang mereka, pendapatan mereka, brankas mereka, tabungan mereka, harta benda mereka, sekarang. Kira-kira pada tahun ke berapa uang mereka akan jadi 1 Miliyar? Cara berpikir kita dan mereka soal uang itu berbeda. Sangat jauh berbeda. Kita memikirkan kapan habis, sedangkan mereka berpikir kapan bertambah. Dan rasanya, dengan pengetahuan soal uang yang mempuni, kemungkinan besar, dikasih nol pun uang merea, brankas mereka tabungan dan semisalnya pun, tetap saja akan bertambah. Sedangkan kita, diberi 1 Miliyar, 2, 3 bahkan 1 Triliun pun tatap saja akan habis dengan cepat. Pertanyaan: Mengapa bisa begitu? Mental, mindset dan pengetahuan yang membuat Abdurrahman bin Auf, Bill Gates, Mark Zuckerberg, War...

Hikayat Seorang Lelaki Yang Hendak Bunuh Diri: Harland Sanders -

Kehidupan kesusksesan seseorang tidak ditentukan dari seberapa manis dia mengecap kehidupan, melainkan seberapa pahit hidup yang telah dia telan bulat-bulat. Dia lahir pada September 1890 di Amerika Serikat, di usianya yang ke 5 tahun, orangtuanya meninggal. Dia juga sempat kehilangan masa-masa emas dunia sekolah, lebih tepatnya pada usianya 16 tahun. Dari kehidupan luntang-lantung  itu, dia berusaha untuk bekerja menjadi buruh kasar serabutan dan pada saat itu dia sudah 4 kali mendengar teriakan pemecatan. Seperti pemuda ngehek pada umumnya, dia juga berkeinginan mengubah nasib hidup dengan menikah. Persis bukan dengan kamu, menikah dengan harapan bisa mengubah hidup. Namun, setelah punya anak satu dan hidup dengan sangat susah menjadi kontraktor, istrinya kemudian berinisiatif untuk pergi meninggalkan Sanders dengan membawa anaknya. Kepergian tersebut pun bukan pukulan pertamanya yang harus dia telan di usia sangat muda, melainkan juga, pekerjaannya sebagai kontraktor amburadul d...

KESETIAAN DALAM DUNIA KERJA, BARANGKALI SEPERTI SEEKOR ANJING

Dalam OF Mice and Men, John Steinbeck menghidupkan tokoh-tokoh setia yang harus mati diujung pistol semacam Anjing tua milik Candy, dan tentu saja yang paling ironis adalah Lennie. Tapi saya tidak akan menulis tentang keluguan Lennie atau sahabatnya George yang menjadi inti cerita Of Mice and Men. Saya ingin menulis yang lain, tentang Candy dan Anjing tuanya. Apa jadinya bila di masa muda, kamu adalah pekerja yang tangguh, kuat, rajin, cerdas, sangat diandalkan, namun pada usia tua kamu sudah gak lagi produktif, tak sekuat dahulu, melemah, lambat dan boleh jadi sangat menyedihkan. Hal senada saya pikir kelak akan menimpa semua orang saat telah menua (Lambat, lemah dan pikun), perusahaan-peru sahaan akan memensiunkan pekerjanya saat tua. Pekerja tua dianggap tidak lagi produktif, mereka butuh pekerja baru yang masih mudah, gesit untuk kepentingan perusahaan. Dalam Of Mice and Men; kuat, tangguh dan gesit adalah hal-hal yang digambarkan pada Anjing tua milik Candy dahulu. "Ia (A...

BERKACA DARI SEJARAH, DANA DARURAT MEMANG HARUS DISIAPKAN

Siapa bilang sejarah gak ngomongin duit? Siapa bilang sejarah cuma ngurus perang, darah dan kematian? Kalau kamu masih beranggapan demikian. Mending mindset kamu diubah dari sekarang. Ok, jadi gini, meski orang sejarah ngomong soal perang namun bila kita agak bergeser sedikit dari kisah perang-perangan tersebut, kita akan sadar bahwa perang, bagaimanapun juga membutuhkan dana. Iya kan! Nah, kita gak usah jauh-jauh menyelidiki ala-ala intel melayu untuk tahu putaran uang untuk mendanai perang. Namun, kalau kita mau buka-bukaan, kita akan mengetahui bahwa setiap peperangan yang terjadi, membutuhkan pendanaan. Kita sepatak sampai disitu, bukan! Bahwa perang membutuhkan dana! Dan biasanya, dalam peperangan memiliki imbas dan imbas dari peperangan tersebut adalah masyarakat. Masyakat adalah korban keganasan perang. Mereka yang dulu kaya dan setelah perang usai, bisa jadi adalah yang paling miskin. Sekarang pertanyaannya, kamu sudah siapkan apa untuk keganasan tersebut, bila seandainya ...

MARCO POLO: PETUALANGAN, KEKAYAAN DAN SEBUAH CERITA

Syahdan, Marco Polo saat kembali ke Venisia dari petualangannya mengelilingi dunia, ia pulang dengan pakaiaan compang-camping , ia tampak seperti pengemis. Dengan mantel tua yang dikenakannya, menyusuri lorong-lorong, dan pasar di sana, ia jadi objek perhatian semua orang. Namun, saat ia membuka mantelnya dan menarik penutup dalam mantelnya. Penutup mantel itu berhiaskan berbagai permata dan batu mulia. Tiba-tiba seluruh pasang mata, memandangnya, mereka mengenalinya, bahwa ia adalah Marco Polo yang melegenda itu, dan ia akan menceritakan kisahnya pada dunia. Nah, tentang apa yang menimpa Marco Polo, dunia hari yang penuh dengan banyak kemudahan ini, telah membuat banyak orang melakukan petualangan (Lihat sebab lahirnya  asuransi di Eropa ) . Tak sedikit dari mereka pulang dengan membawa kekayaan, Pengalaman, dan sebakul cerita yang akan bisa diceritakan hingga tak lekang oleh akhir hayat hidupnya. Kisah-kisah itu pula yang membuat banyak orang keluar dari kampung-kampung ...

Menelisik Sejarah Asuransi di Eropa

Manusia, pada dasarnya adalah makhluk rapuh dan penuh dengan rasa was-was. Rasa was-was tersebut membuat manusia yang rapuh seperti kita ini kemudian menciptakan banyak "benteng" untuk melindungi diri dari terjangan rasa was-was yang menyergap dengan tiba-tiba. Dari zaman lampau hingga sekarang ini, bila kita tengok kebelakang, kita akan melihat bahwa sejarah umat manusia hanya mengacu pada 3 hal: Kekuasaan, uang dan agama (Kepercayaan). Dan untuk yang kedua, rasanya akan sedikit lebih menarik. Setidaknya hingga hari ini, sejarah ekonomi masih cukup relevan untuk bisa kita kaji dan lihat kembali, apa dan bagaimana rupa sejarah ekonomi terjadi. Dan kematian, adalah hal yang tak luput untuk dibicarakan dari sejarah umat manusia. Salah satunya adalah bagaimana sejarah tentang penggunaan uang untuk banyak kepentingan digunakan. Salah satunya adalah penggunaan uang dalam dana asuransi yang baru muncul dan dikelola di Eropa pada abad ke-18. Semua bermula pada tahun 1744, Al...