Langsung ke konten utama

Selain Jadi Guru Sejarah, Kamu Bisa Menggeluti 4 Profesi Ini Duhai Alumni Pendidikan Ilmu Sejarah

 

Selain Jadi Guru Sejarah, kamu bisa menggeluti 4 Profesi ini duhai Alumni Pendidikan Ilmu Sejarah -

1. Manjadi Pembuat Film Dokumenter Sejarah.

Profesi ini terbilang sangat menarik. Setidaknya dia tidak menyita banyak waktu kamu. Kamu bisa menggunakan riset-riset kecil di kelas kamu tentang tokoh sejarah dan semacamnya yang berhubungan dengan sejarah. Riset itu bisa kamu buat dalam bentuk film dokumenter yang siap untuk kamu ikutkan ke festival film dokumenter dan bisa kamu putar di kelas kamu mengajar. Siapa tahu dengan riset kecil-kecilanmu dari film dokumenter sejarah garapanmu bisa menumbuhkan rasa penasaran keinginan mereka untuk membuat film dokumenter. Dan siapa tahu juga dengan mengikut sertakan film garapanmu ke festival film dokumenter kamu bisa punya uang lebih, dengan catatan kamu menang 😊 (Untuk hal ini kamu bisa lihat review film dokumenter Tan Malaka di Pigurafilm)

2. Jadi Pemandu wisata dadakan.

Bila kamu punya bakat mengetahui utamanya sejarah lokal. Kamu punya potensi yang sangat besar untuk jadi pemandu wisata dadakan. Kamu bisa membawa turis jalan-jalan melihat dan ngobrol ihwal sejarah dan budaya yang tumbuh di sekitar kamu tinggal. Minimal pulau kamu. Soal cuan, sudah jangan kamu tanyakan. Bisa jadi kamu diberi dollar kalau yang kamu pandu suka dan senang dengan pembawaan kamu baik saat menjelaskan maupun etitud kamu 😊

3. Menjadi penulis sejarah di media online.

Nah, ini lagi ngetrend. Kalau kamu guru sejarah dan bisa nulis sejarah dengan baik. Kamu bisa memanfaatkan kelebihan kamu itu dengan menulis dan mengirimkannya ke media online. Tak sedikit lho yang sangat butuh tulisan bernafas sejarah.

Atau paling banter kamu bisa bikin blog dan nulis tentang tema-tema sejarah (contohnya di Bastorydolo) atau bikin review film khususnya film-film dokumenter (seperti Pigurafilm)

4. Penjual buku.

Ini adalah kegiatan ekstra yang bisa dilakukan guru sejarah dengan merekomendasikan buku-buku sejarah yang bagus kepada orang lain, namun dengan mendapatkan imbalan (hahahaha, alias di jual). Dengan menjadi penjual buku sejarah, kamu tentu juga membantu untuk mentransfer ilmu kepada yang membaca dengan merekomendasikan buku sejarah yang menurutmu bagus dan patut dibeli dan dibaca. Salah satu yang menjual buku-buku sejarah bisa kamu kunjungi Kafeinbuku

Nah, itu dia 4 Pekerjaan yang bisa digeluti guru sejarah. Semoga bermanfaat 😊






Komentar

Postingan populer dari blog ini

PEREMPUAN BUGIS DAN SEPIRING NASI KUNING-

Di kepala saya, saat menyebutkan nasi kuning, entah mengapa yang tergambar dibenak saya adalah seorang perempuan bugis dengan tangan halus menanak nasi. Entah mengapa pula, wajah seorang perempuan Bugis begitu melekat dibenak saya bila menyebut nasi kuning. Tampaknya, imaji perempuan yang halus wajahnya, yang putih kulitnya, yang merah merekah bibirnya dan hitam rambutnya-diikat ke belakang telah melekat dibenak saya. Semenjak kecil, hanya nasi kuning perempuan Bugislah yang seolah melekat seperti halnya prangko yang menempel di selembar surat. Saat membuat nasi kuning, mereka seolah memiliki resep rahasia. Di balik lembut tangan halus perempuan Bugis, terdapat rahasia masakan. Bila orang Padang membanggakan Barandang Bundonyo, dan menjadi tumpuhan kerinduaan dan kenangan bila di rantau. Maka, yang di kenang dari perempuan Bugis adalah sepiring nasi kuning. Tak begitu jelas, apakah yang memperkenalkan nasi yang berwarna kuning ke Maluku merupakan perempuan-perempuan Bugis, ataukah buka...

PULANG RANTAU DAN PERTANYAAN YANG SUDAH TIDAK RELEVAN LAGI DITANYAKAN DI ZAMAN SEKARANG -

Bila kamu pulang kampung lalu ada orang tanya ke kamu, "sudah nikah, blm?", "Kerja di mana?", "Punya rumah berapa?" "Anak sudah berapa?" Percayalah, bahwa orang yang bertanya semestinya tinggal dikisaran tahun 1980-an. Dan abadi di sana. Pertanyaan untuk orang merantau sekarang bukan itu, tapi "apa cerita perjalanan mu di rantau?", "Kuliner di sana gimana?", "Kalo dilihat-lihat potensi pekerjaan apa yang rasanya bagus dikembangkan di sana?", "Kehidupan sosial di sana menurutmu gimana?" Itu jauh lebih menyenangkan untuk didengarkan ketimbang cerita soal punya apa di daerah rantau dan pulang pura-pura jadi orang kaya dadakan, jadi senter clas, padahal hidup di rantau belum tentu bahagia, belum tentu juga mudah, ada tuntutan hidup dan gaya hidup yang seringkali terabaikan untuk kita cermati 😁😁 Kita semestinya sudah menanggalkan pertanyaan Materialisme, tentang punya apa, ke pengalaman sosial (social experien...

MINDSET KERJA, UANG DAN POSISI KITA

Kamu bekerja pagi sampai sore dan di akhir bulan kamu akan mendapat slip gaji, itu namanya earned income. Kamu bekerja sampingan bahkan saat kamu lagi jalan-jalan dengan bermodalkan handphone, lewat jualan online dan dapat uang dari aktivitas tersebut, itu namanya profit income. Kamu jalan-jalan lalu punya sedikit waktu untuk nulis dan kirim ke media online, ngeyoutube, main di Instagram, tiktok, dan dapat upah dari karya kreatif itu namanya Royalty income. Jadi, seringkali orang suka mengira kalo yang namanya kerja itu cuma dapat gaji bulanan (Earned income) padahal seringkali ada yang pendapatnya dari profit income atau bahkan royalty income 😊😊 Guys, jadi berhentilah hanya berpikir kalo yang namanya kerja itu cuma earned income. Ada banyak kerja bahkan yang belum dibahas, semisal upah jadi profesi spesifik kita misal jadi pembicara, bintang tamu, peneliti dadakan, punya kos-kosan, Franchise dan semacamnya. Ruang lingkup untuk dapatkan uang itu banyak banget. Cuma di mindset masyara...